"Sebesar apa pun masalah itu tetap saja namanya
dilema,dan saya hanya menganggapnya tumpukan sepatu-sepatu bekas dari berbagai
merek yang namanya tetap sepatu bekas."
Ketika
pepatah mengatakan ada asap ada api.maka akan muncul pertanyaan dimana api itu?
Dan seketika anda dilarang untuk mengetahui api itu anda akan berusaha untuk
mencari tahu dimana api itu karena asap yang di hasilkan begitu mengganggu
anda.Satu manifesto yang cukup dekat dengan tumpukan sepatu yang saya maksud
tadi.
Saya bukan manusia yang begitu penyabar
menghitung daun berguguran,saya juga bukan motivator yang ulung untuk
membangkitkan spirit manusia yang lelah.tapi saya selalu mencoba menjadi
itu,saya punya hak atas itu hingga tibalah usaha-usaha itu tertepis oleh satu
ego yang seharusnya melekat pada anak-anak yang baru menjalani masa pubertas.
Lennon melantunkan let it be untuk
menghipnotis warga bumi untuk mengenyampingkan semua masalah-masalah itu akan
tetapi lagu ini kurang begitu berarti untuk saat ini karena jika saya meninggalkannya
berarti saya sudah meninggalkan semangat saya yang selama ini saya pelihara
dengannya.
Kembali dari sejenak huru-hara
saya,pantaskah untuk anda jika menuai amarah yang tak pernah saya
ketahui sumbernya.saya rasa anda tidak akan pernah berfikir untuk bertemu orang
yang mengeluh akan sesuatu tetapi tak menyebutkan apa itu.
Jika watak saya adalah seorang
pengecut,saya bangga memilikinya sekarang,karena saya lari untuk tidak
memperkeruh suasana.suasana yang sungguh abstrak,kabut dan sulit di mengerti
mana pangkalnya.setidaknya saya punya andil untuk membela apa yang saya rasa
karena saya tidak suka merasa terancam.
Perut saya berhenti memberontak ketika
saya mengucapkan pernyataan yang begitu mitos bagi saya.pernyataan dimana saya
harus meniup peluit di tengah babak pertandingan.
Ini
akhir dari segalanya? Saya tidak akan begitu saja melenyapkan semuanya,saya
hanya bersembunyi dari brondongan peluru saya akan kembali untuk menembak.
Bagaimana
jika ini memang harus berakhir? Dengan berat hati,perubahan itu sifatnya abadi
seperti relationship di facebook yang selalu berganti dan pengisi hati
selanjutnya akan menanti.seketika itu pula harapan-harapan itu menjadi bangunan
tua tak berpenghuni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar